Sabtu, 18 Februari 2012
Menanam Bibit Empati
SESEORANG pernah mengatakan pada saat saya sebuah kalimat yang tak pernah saya lupakan sampai hari ini, beliau bilang “coba kamu berada di posisi saya saat ini.” Saat pertama dengar kalimat itu saya ndak ngerti, saya malah menerjemahkannya sebagai “apa yang mungkin saya lakukan jika berada diposisi beliau”. Maka dengan bodohnya saya menjawab hal-hal yang akan saya lakukan, meskipun saat itu niat saya adalah untuk menyemangati.
Tapi kemudian saya sadar, kalimat ini bermakna sangat dalam, bermakna rasa bukan laku. Seseorang tersebut sedang meminta saya merasakan apa yang dirasa dan bukan bertanya apa yang akan saya lakukan. Kalimat ini adalah pelajaran tentang empati.
EMPATI adalah memahami apa yang dirasakan orang lain, meski kita tidak berada diposisi mereka. Pertanyaanya, bisakah orang yang cuek berubah menjadi mudah berempati? Bisa saja kalau kita benar-benar yakin dan mau usaha, tentu saja bisa. pada dasarnya setiap orang punya rasa empati dalam dirinya, hanya terkadang tidak diasah dengan baik. Memang tidak mudah, tapi sulit bukan berarti tidak bisa. Dengan terus melatih diri, keterampilan berempati akan segera menjadi karakter.
Memahami dan mengerti diri sendiri lebih dahulu sebelum menilai orang lain, mengamati/memahami apa yang terjadi dalam pikiran dan perasaan sendiri, sebelum melihat orang lain adalah langkah awal agar mudah berempati. Kenali diri sendiri, apa saja yang membuat kita marah, sedih, senang, dan hal lainnya sehingga kita bisa mengendalikannya dengan baik dan tidak melakukannya pada orang lain lagi. Jika kita saja tidak bisa memahami apa yang terjadi pada diri sendiri dengan segala perubahannya, bagaimana mungkin kita bisa memahami orang lain. Tidak mungkin bisa mengerti orang lain kalau tidak bisa mengerti diri sendiri.
Berbagai peristiwa dan pengalaman yang telah kita lalui juga menjadi modal untuk melatih rasa empati. Harus kita pahami, bahwa tidak semua peristiwa yang terjadi pada kita akan terjadi juga pada orang lain dan sebaliknya tidak semua hal yang orang lain alami akan terjadi juga pada diri kita. Pengalaman mungkin menjadi acuan tapi tak selalu menjadi rujukan. Wallahu ‘Alam
“coba bayangkan kalau kamu yang berada diposisi mereka,”. Dimulai dari kalimat ini saya ingin mengajarkan dan menamankan rasa empati pada anak-anak.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar