Minggu, 11 Maret 2012
Menggali Makna Sukses
APA sebenarnya kesuksesan itu?
Menurut saya arti kesuksesan itu relatif, tergantung dari perspektif mana seseorang itu melihat. Ada yang beranggapan bahwa sukses itu adalah jabatan yang tinggi, sebagian yang lain mengatakan sukses itu menjadi pegawai negeri, ada juga yang menilai kesuksesan berdasarkan seberapa banyak materi yang diperoleh atau berdasarkan tingginya pendidikan yang diperoleh, dan lain-lain.
Saya pribadi lebih suka mendefinisikan sukses dari beberapa perkataan Rasul yang mulia.
Pertama, hadits yang berbunyi, “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain"(HR. Bukhari).
Kata sukses bukanlah akhir. Sukses tidak berhenti pada pencapaian jabatan yang tinggi, sekolah di luar negeri, atau harta yang banyak. Sukses berarti seberapa banyak orang lain membutuhkan kita, seberapa banyak kita memberi dan bermanfaat untuk orang lain dalam bentuk apapun itu, segala perbuatan baik adalah ibadah jika diniatkan karena allah. bisa dalam bentuk harta, ilmu, tenaga, atau pikiran. Sukses bisa berbentuk ilmu yang diamalkan bagi kemaslahatan umat, bisa berupa seorang ibu yang sukses mendidik anak-anaknya mengenal rabbnya sejak dini dan mengurus keluarganya dengan baik. Sukses adalah ketika ilmu, amal, ibadah, dan akhlaknya sejalan.
Kedua, sabda Rasul bahwa orang yang benar adalah, "Apabila dia berbuat salah segera bertaubat, kembali kepada jalan yang benar.” Bahwa rumah yang bersih bukalah yang tak pernah kotor, tapi ketika kotor segera di bersihkan kembali. Orang yang baik bukanlah orang yang tak pernah melakukan kesalahan, mereka adalah orang-orang yang mengendalikan diri dari perbuatan yang terlarang. Namun ketika berbuat salah, ia segera memperbaiki diri.
Rasulullah s.a.w bersabda: Bertakwalah kepada Allah di manapun kamu berada. Dan iringilah akhlak buruk dengan akhlak baik niscaya ia akan menghapuskan. Dan bergaullah bersama manusia dengan akhlak yang baik. (Hadith Riwayat Athtirmidzi dan Ahmad). Allah selalu memberi kesempatan pada hambaNya yang ingin kembali, Setiap hari adalah kesempatan bagi kita untuk sukses.
Maka sukses adalah kumpulan perbaikan diri dan pengembangan kepribadian yang kita lakukan setiap hari. Sukses bisa berarti orang yang hari ini kembali bangkit setelah kemarin merasa gagal, sukses mengelola kepribadian dan emosinya. Sukses bisa berarti berhasil melatih pikiran dan perasaan menjauhkan diri dari belenggu prasangka buruk. Sukses bisa berarti peningkatan keilmuan, ibadah, disiplin, kerja keras, dan akhlak menjadi lebih baik.
Ketiga, Rasulullah bersabda, “Orang yang cerdas (sukses) adalah orang yang selalu mengevaluasi dirinya sendiri, serta beramal untuk kehidupan sesudah kematiannya. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT.” (HR. Turmudzi)
Pada akhirnya, pemberhentian kita paling akhir di dunia ini adalah kematian. Maka bagi seorang mukmin puncak yang harus diraih adalah bagaimana ia mempersiapkan kematian. Maka sukses sejatinya bagi mereka yang mempersiapkan bekal sebaik-baiknya ketika hidup, mempersiapkan bekal amal-amal yang tidak putus meski nafas terakhir telah berhembus dari hidungnya, yang meninggalkan dunia ini dengan husnul khatimah. Merekalah yang Rasul sebut sebagai ‘orang yang cerdas’ orang-orang yang sukses dunia akhirat.
Tentunya setiap orang berhak memilih dari sudut pandang mana mereka menilai kesuksesan. Wallahu ‘Alam
*Sebuah renungan, apakah saya telah memaknai sukses tersebut dengan baik?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar