Rabu, 01 Februari 2012
Lembar Baru
SETIAP hari Allah memberi kita lembar kehidupan baru, lembar putih yang siap kita isi lagi dengan catatan amalan kita, baikkah, burukkah, atau sama saja seperti hari kemarin. Setiap hari adalah sebuah pembelajaran baru serta kesempatan untuk memperbaiki diri. Kita diberikan kesempatan menjadi lebih baik setiap harinya. Rasulullah mengatakan bahwa jika hari ini kita lebih baik dari kemarin, berarti kita termasuk orang yang beruntung, akan tetapi jika hari ini kita sama dengan kemarin kita termasuk orang yang merugi. Dan lebih gawatnya lagi kalau hari ini lebih buruk dari kemarin kita termasuk orang yang dilaknat Allah.
Namun, Allah selalu memberi kita kesempatan untuk mengevaluasi diri (muhasabah) setiap harinya. Dalam firmanNya, “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk menata hari esok, dan bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan”(QS: Al-Hasyr , 59). Ada begitu banyak alasan untuk bersyukur di setiap lembar baru yang diberikan. Mengupayakan yang lebih baik adalah sikap mensyukuri apapun yang telah ada pada diri kita.
Bersyukur, karena hari ini saya masih bisa menghirup udara segar, masih merasakan hangatnya matahari, angin berhembus sepoi, burung-burung berkicau merdu. Bersyukur karena hari ini masih bisa melihat anak-anak belajar, mendengar mereka mengaji dan menghafal alquran, mendengar cerita-cerita mereka, bahkan beberapa diantaranya menjadi pembelajaran untuk diri saya sendiri. Subhanallah, ternyata hari saja ada banyak sekali hal yang patut syukuri, apalagi hari-hari sebelumnya dan hari-hari yang akan datang. Sungguh Engkau belum pernah memberi kami alasan untuk tidak bersyukur padaMu.
Betapa perlunya kita mengalokasikan hati, pikiran, waktu serta kelapangan dada untuk mau meneladani para Rasul, para sahabat, serta menggugah diri kita sendiri yang mungkin sudah terlalu lama ‘terbuai’ oleh daya pikat duniawi dan tipuan hawa.
Ya Rabb, maafkan kami karena sering kali tidak bersyukur pada hal-hal yang seolah kecil karena telah terbiasa. Nafas yang setiap detik kita hirup, makanan yang dihidangkan oleh sang ibu setiap hari, air yang kita minum setiap hari, nikmat iman, Islam, kesehatan, rizki, dan kehadiran orang-orang tercinta dalam hidup. Tapi kami sering terlupa.
Padahal, meski seluruh laut di dunia ini dikeringkan dan dijadikan tinta, tak akan pernah cukup untuk menuliskan nikmatNya. “Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.’” (QS. Ibrahim [14]: 7)
Terima kasih, ya Allah untuk setiap pembelajaran di setiap lembar baru.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar