Rabu, 22 Februari 2012

Tak Ada Yang Kebetulan atau Sia-Sia


SUGGUH tak ada yang kebetulan atau sia-sia di dunia ini. Setangkai daun kering yang jatuh, Allah mengetahuinya. Seekor semut hitam di atas batu hitam di tengah malam kelam di hutan yang paling jauh pun tak luput dari perhatianNya. Hewan-hewan kecil yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop khusus, Allah jua yang memberi mereka rezeki.

Allah mungkin telah banyak memberikan kita ujian kesabaran, kekurangan, dan kelaparan yang saat itu kita bisa melewati semuanya. Hingga tanpa sadar kita merasa telah bisa mengatasi semua masalah dengan baik, merasa telah dapat mengatur segala apa yang ada pada diri kita, hati dan pikiran kita dengan benar. Padahal pantang bagi kita merasa telah berbuat baik, karena dapat melalaikan serta membuat kita tak merasa perlu berbuat lebih baik dan lebih baik lagi.

Lalu allah mengirimkan ujian yang langsung membidik hati, kita jatuh tersungkur bahkan hampir tak bisa bangkit lagi. Saat itu baru kita sadar bahwa mungkin selama ini kita telah sombong dengan menganggap semua masalah bisa kita atasi. Bahwa ada yang salah dengan menajemen hati yang kita anggap baik-baik saja. “kita lemah karena posisi jiwa kita salah,” tulis Anis Matta dalam serial cintanya. Tanpa disadari, mungkin telah lama jiwa ini rapuh, telah lama hati ini dangkal, sehingga ketika kesedihan datang, ia langsung keruh berkepanjangan. Telah lama kita terlena dengan sangka-sangka.

Berterima kasihlah pada Allah yang telah membuat hati kita terbuka. Seolah Dia ingin mengatakan, “menangislah sekali waktu agar hatimu tidak keras.” Kita menangis dan tersungkur penuh penyesalan dihadapanNya. Tanpa skenarionya, kita ini semu..tiada daya dan upaya.

Mari berbaik sangka padaNya,
Sungguh adalah tanda kasih sayangNya ketika Allah masih mau mengingatkan. Seperti para sahabat yang justru was-was saat Allah tak memberi ujian, karena takut Allah tak lagi peduli dan membiarkan kita terus berbuat salah.

Jangan bersedih, Sungguh tak ada yang sia-sia, tak ada yang kebetulan. Ketidaktahuanlah yang membuat kita menilai sesuatu itu baik atau buruk, beruntung atau tidak. Dalam setiap ujian dan masalah, bukankah Allah telah berjanji bahwa kesusahan selalu datang bersama kemudahan dan bahwa rasa sakit hanya ditimpakan pada mereka yang mampu?. Jika allah saja begitu husnudzan pada kita, maka seharusnya kita pun berbaik sangka padaNya dan pada diri sendiri.

Tak ada makhluk yang diciptakan tanpa arti didunia ini. Tak ada takdir yang kebetulan dan sia-sia, bahkan takdir pertemuan dan perpisahan setiap manusiapun ada dalam rahmatNya. Tak ada kebaikan yang percuma. Tak ada perjuangan yang tak berhasil, setidaknya di mata Allah.

Berbaik sangkalah pada allah, agar mudah berprasangka baik pada hambaNya.
Wallahu ‘Alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar