Minggu, 01 Juli 2012
Fihi Khair - Selalu Ada Kebaikan
SEPERTI biasa anak-anak datang ketempat saya dengan bermacam ragam keperluan. Ada yang sakit, minta ijin berobat, curhat, dll, terkadang mereka datang hanya sekedar bercerita tentang apa yang mereka pelajari dan alami hari ini. Saya pribadi sangat menikmati saat bersama anak-anak ini dalam kondisi apapun:) Termasuk cerita-cerita mereka yang justru banyak memberi pelajaran untuk diri saya sendiri. Salah seorang dari mereka bercerita ulang tentang sebuah kisah yang menurut saya sarat makna.
Alkisah seorang penasehat di penjarakan oleh sang raja karena sering kali mengatakan “fihi khair-selalu ada kebaikan di dalamnya” bahkan ketika jari raja terpotong. Sang raja lalu pergi berburu bersama pasukannya. Tiba-tiba mereka di tangkap oleh segerombolan kanibal yang kemudian memilih raja untuk dijadikan tumbal. Namun akhirnya mereka melepaskan sang raja saat melihat jarinya yang terpotong, karena mereka hanya memilih yang terbaik untuk dijadikan persembahan.
Sang raja pulang ke istana dengan perasaan bersyukur dan berkata pada penasehatnya “kamu benar memang ada kebaikan dari jari saya yang terpotong, lalu apa kebaikan bagi kamu sendiri? Dari kemarin kamu kan saya penjara?”. Penasehat tersebut tersenyum dan menjawab, “fihi khair, seandainya saya ikut berburu dengan raja, ketika raja dilepaskan, bukankah tumbal selanjutnya adalah saya?”.
-------------------------------------------------------------------------------------
Benar, selalu ada kebaikan di setiap kejadian yang kita alami. Allah tidak pernah mendatangkan bahaya bagi makhlukNya, semua perbuatanNya adalah demi kebaikan meskipun secara lahiriah tampak seperti musibah.
Fihi khair..Tak ada yang kebetulan atau sia-sia. Baik-buruk tidak selalu seperti yang terlihat. Allah menciptakan segala sesuatu dengan seimbang, kemudahan dan kesusahan masing-masing ada jatahnya, agar jiwa manusia seimbang. Kesedihan dan kemunduran tidak selamanya buruk, terkadang ia menjadi dorongan untuk maju. Ibarat anak panah yang ditarik mundur untuk kemudian melesat jauh ke depan. Sebaliknya kesenangan terus menerus belum tentu baik, terkadang ia seperti gelas panas yang ketika tiba-tiba dituang air dingin langsung pecah dan selalu berada dalam kemudahan terkadang membuat jiwa kita jadi tidak siap menghadapi cobaan.
Semua ketentuan Allah adalah baik. Keterbatasan pengetahuanlah yang membuat kita menilai sesuatu itu baik atau buruk, beruntung atau tidak. Wallahu 'Alam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar